Latest post
Tampilkan postingan dengan label Ginjal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ginjal. Tampilkan semua postingan

Hati-hati, jenis makanan ini dapat Mengganggu Kesehatan Ginjal anda

makanan sehat, makanan yang dihindari untuk penderita ginjal, pantangan makanan untuk penyakit ginjal

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh. Ginjal manusia berjumlah dua atau sepasang. Ginjal merupakan alat ekskresi yang berfungsi sebagai alat penyaring darah. Ginjal dapat mengalami gangguan yang dapat membuat kerja ginjal terganggu atau bahkan tidak berfungsi. Gangguan tersebut dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi. Bagi yang punya masalah ginjal, ada baiknya untuk untuk mengurangi konsumsi makanan yang dapat mengganggu ginjal.

Berikut makanan yang dapat mengganggu ginjal

1. Makanan yang memiliki kandungan protein hewani
Makanan yang mengandung protein hewani memiliki kandungan purine yang tinggi. Kandungan ini dapat diubah menjadi asam urat oleh ginjal, yang dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal. Selain itu, asam urat juga dapat menyebabkan kerusakan pada sendi.

2. Makanan yang mengandung asam oksalat tinggi
Jenis makanan berikutnya yang dapat mengganggu ginjal adalah makanan yang mengandung asam oksalat tinggi. Mengurangi konsumsi ini dapat mengurangi risiko berkembangnya batu ginjal. Makanan yang memiliki kandungan asam oksalat tinggi dapat berupa kopi, coklat, kacang dan ubi.

3. Makanan yang memiliki kandungan potassium tinggi
Jenis makanan selanjutnya yang dapat mengganggu ginjal adalah makanan yang memiliki kandungan potassium tinggi. Kandungan potassium yang tinggi dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dan lebih cepat mengalami kerusakan. Bila ginjal mengalami kerusakan, potassium yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat disaring dan orang yang mengalami kondisi tersebut dapat terkena hiperkalemia.

4. Makanan awetan dan makanan beku
Penyakit yang terjadi pada ginjal dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat disebabkan karena tingginya kadar sodium yang berada di dalam darah. Sumber sodium bisa didapatkan pada makanan awetan seperti makanan kalengan dan makanan beku.

5. Makanan yang memiliki kandungan fosfor yang tinggi
Jenis makanan selanjutnya yang dapat mengganggu ginjal adalah makanan yang memilki kandungan fosfor yang tinggi. Kandungan fosfor yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan tingkat elektrolit yang berakibat pada tidak stabilnya tingkat elektrolit dalam tubuh. Makanan yang memiliki kandungan fosfor yang tinggi dapat berupa susu, yoghurt, susu kedelai dan yoghurt dari kedelai.

Itulah beberapa jenis makanan yang dapat mengganggu ginjal.

Pengertian dan Jenis Penyakit pada Ginjal

pengertian diabetes melitus dan insipidus, info tentang penyakit ginjal lengkap dan rinci, blog kesehatan dan gaya hidup

Ginjal merupakan organ eksresi utama pada tubuh manusia. Ginjal merupakan organ pembentuk urin. Pembentukan urin dilakukan secara bertahap mulai dari penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi) dan sekresi. Proses tersebut terjadi pada bagian-bagian ginjal tertentu, misalnya filtrasi terjadi di glomerulus.

Ginjal dapat mengalami gangguan yang dapat menyebabkan masalah seperti gagalnya proses penyaringan hingga ginjal tidak dapat menghasilkan urin. Berikut jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang ginjal.

1. Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak bisa melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Karena protein (albumin) tidak disaring, maka protein tersebut dapat keluar bersama urin.

2. Batu ginjal
Batu ginjal merupakan penyakit yang terjadi karena adanya sesuatu yang mengendap pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan tersebut dapat terbentuk dari senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Sering menahan buang air kecil dan kurang minum dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Selain itu, batu ginjal juga dapat disebabkan oleh kelainan metabolisme yang menyebabkan terjadinya penumpukan asam urat dan senyawa kalsium.

Penyakit batu ginjal dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu. Dengan perkembangan teknologi, batu ginjal dapat dihancurkan dengan menggunakan sinar laser. Batu ginjal akan menjadi serpihan kecil yang kemudian keluar bersama urin. Namun, pengobatan dengan obat-obatan dan sinar laser hanya untuk batu ginjal yang berukuran kecil. Batu ginjal yang sudah membesar dapat diangkat melalui proses operasi.

3. Diabetes melitus
Diabetes melitus (kencing manis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh rendahnya kadar hormon insulin yang ada dalam tubuh. Kadar insulin yang rendah dapat mengganggu proses perombakan glukosa menjadi glikogen, akibatknya kadar gluosa yang ada di dalam darah mengalami peningkatan. Kadar glukosa yang meningkat tidak dapat diserap kembali sehingga glukosa akan keluar bersama dengan urin.

4. Diabetes insipidus
Diabetes insipidus adalah penyakit akibat kekurangan hormon ADH (hormon anti diuretik). Hormon ADH adalah hormon yang berfungsi untuk mempermudah proses penyerapan air pada pembuluh distal dan pembuluh pengumpul. Bila konsentrasi air yang ada dalam darah turun (cairan darah lebih pekat), maka akan terjadi sekresi hormon ADH dan hormon tersebut dialirkan bersama dengan darah. Urin yang dihasilkan nantinya berjumlah sedikit.

Sebaliknya, bila darah mengandung konsentrasi air yang tinggi (darah lebih encer), maka hormon ADH yang disekresikan berkurang dan urin yang dihasilkan banyak dan encer. Pada penderita diabetes insipidus, volume urin yang dihasilkan lebih banyak dari keadaan normal, bahkan bisa sampai 30 kali dari volume urin yang normal. Akibatnya, buang air kecil sering dilakukan oleh penderita.

5. Nefritis
Nefritis merupakan penyakit infeksi pada ginjal. Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan lalu ikut terbawa oleh darah menuju ginjal. Infeksi ini menyebabkan peradangan. Peradangan tersebut menyebabkan ketidakmampuan ginjal untuk menyaring sel-sel darah dan protein yang masuk bersama dengan urin primer. Seain itu, peradangan juga dapat menyebabkan urea yang masuk ke dalam darah melebihi batas normal. Kondisi ini disebut dengan uremia. Adanya urea di dalam darah dapat menyebabkan penyerapan air terganggu, kemudian air akan mengumpul pada kaki atau bagian tubuh lainnya. Kondisi ini disebut dengan edema.

6. Gagal ginjal (anuria)
Anuria atau gagal ginjal adalah kegagalan ginjal dalam membuat urin. Kondisi ini disebabkan oleh glomerulus yang mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut penyebabkan proses penyaringan tidak bisa dilakukan sehingga urin yang dihasilkan tidak ada. Penderita gagal ginjal dapat ditangani dengan menggunakan ginjal buatan yang prosesnya dikenal dengan cuci darah. Cuci darah tersebut menggunakan suatu alat yang disebut dengan mesin hemodialisis. Pilihan lain untuk penderita gagal ginjal adalah dengan cangkok ginjal. Kelemahannya adalah sulitnya mencari donor ginjal yang cocok untuk tubuh penderita.

Itulah 6 jenis penyakit yang dapat terjadi pada ginjal.

Kenali Gagal Ginjal Kronis

Kadang kita kurang perhatian dan peduli dengan organ-organ yang ada di dalam tubuh kita, kita lebih sering lebih memperhatikan penampilan luar saja. Padahal organ-organ tersebut sudah bekerja keras supaya kita bisa tetap hidup dan menjalankan aktivitas secara normal. Salah satu organ penting dalam tubuh kita adalah Ginjal.

Fungsi dari ginjal adalah menyaring darah, menghasilkan hormon, menjaga keseimbangan asam basa, dan sebagainya. Kerja organ ini dapat terganggu oleh berbagai hal yang akan memicu penyakit ginjal, mulai dari infeksi hingga pada tidak berfungsinya ginjal atau yang biasa kita sebut gagal ginjal.

Gagal ginjal kronis atau yang dalam bahasa inggris disebut: chronic kidney disease, (CKD) adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan. CKD dapat menimbulkan simtoma berupa laju filtrasi glomerular di bawah 60 mL/men/1.73 m2, atau di atas nilai tersebut namun disertai dengan kelainan sedimen urin. Adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi CKD pada penderita kelainan bawaan seperti hiperoksaluria dan sistinuria.

Jika fungsi ginjal terganggu maka kemampuan menyaring zat sisa dapat terganggu dan terjadi penumpukan dalam darah sehingga dapat menimbulkan berbagai manifestasi gangguan terhadap tubuh.

Gejala Gagal Ginjal Kronis
Ini adalah gejala-gejala awal yang perlu kita waspadai:

-  Kencing terasa kurang dibandingkan dengan kebiasaan sebelumnya.

-    Kencing berubah warna, berbusa, atau sering bangun malam untuk kencing.

-    Sering bengkak di kaki, pergelangan, tangan, dan muka. Antara lain karena ginjal tidak bisa membuang air yang berlebih.

-    Lekas capai atau lemah, akibat kotoran tidak bisa dibuang oleh ginjal.

-    Sesak napas, akibat air mengumpul di paru-paru. Keadaan ini sering disalahartikan sebagai asma atau kegagalan jantung.

-     Napas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga mulut.

-     Rasa pegal di punggung.

-     Gatal-gatal, utamanya di kaki.

-     Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.

Adapun apabila diperiksa dengan tes urin, nilai Glomerulo Filtration Rate (GFR) atau Tes Kliren Kreatin (TKK) < 25 ml/menit.


Penanganan makannya adalah diberikan Diet Rendah Protein
 
Nice Blog : Creating Website | Template | Mas boim Template
Copyright © 2013. MAS BOIM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger